Sabtu, 11 April 2009
Simponi 2009
Bertanya pada dirimu
Akulah jawabannya…
Sejuta tanya ada dibenakku tentangmu
Dan jawabannya ada pada diriku
DARI HATI
Belum pernah aku mengalami rasa seperti ini
Rasa rindu yang teramat dalam
Belum pernah aku menyayangi seseorang
Sayang yang tulus dari hati
Belum pernah aku mencintai lebih dari apapun
Seperti aku cinta pada cintamu
Kuterimakan keadaanku
Walau hanya suara dan bayangmu
Hadir mengisi relung sanubari ini
Ku yakin suatu hari nanti
Kita pasti bertemu
MASIH BISA
Ternyata aku masih bisa tersenyum
Ternyata aku masih bisa tertawa
Ternyata aku masih bisa membuka hati
Ternyata aku masih punya harapan
Untuk menatap masa depan
Kau yang sederhana
Kau yang penuh keyakinan
Kau yang menawarkan sejuta rasa
Kau yang membuatku sadar dan mengerti
Bahwa hidup harus selalu disyukuri
Aku belajar mengenal sesuatu,
seperti aku mengenal dirimu
Biarkan aku mencintaimu
Dengan segenap rasa yang ada di hati
Kemarin, hari ini, esok, dan seterusnya
Senin, 15 Desember 2008
Sifat seseorang menurut tanggal lahir (dihubungkan dengan Al Qur'an)
Berbagai macam cara untuk mengetahui sifat atau karakter dari seseorang. Misalnya saja melalui garis tangan, raut muka (fisik), gaya bicara, dan lainnya. Tahukah Anda, sifat seseorang bisa dibaca melalui tanggal lahir?? Berikut ini merupakan cara mengenali sifat seseorang dari tanggal lahir dan dihubungkan dengan Surah di dalam Al Qur'an.
Tanggal 1
Menyukai hal baru, berbakat menjadi pemimpin, seorang pioneer (pelopor), idealis, cenderung ingin sempurna, pandai memanfaatkan kesempatan, egois, harus selalu jadi prioritas utama, sering mengulangi kesalahan yang sama, orang yang belum mengenalnya akan mengira sebagai sosok yang angkuh dan sulit ditaklukkan.
Tanggal 2
Al Baqarah (Sapi Betina)
Pekerja keras, taat akan hukum dan aturan, memiliki jiwa sosial dan kepedulian tinggi, menyukai hal-hal yang bersifat rutinitas, jika dia mampu ada cenderungan menjadi seorang dermawan, kurang inisiatif, sering dimanfaatkan orang lain serta gampang percaya kepada orang lain.
Tanggal 3
Al Imran (Keluarga Imran)
Seorang pemimpin (walaupun dalam kelompok kecil), berhati-hati dalam bertindak, mengayomi, tegas, suka suasana perdebatan dan agak cerewet, jika wanita ia cenderung tomboy, ingin menang sendiri, seorang pemimpi dan sering berfantasi.
Tanggal 4
An Nisa (Wanita)
Sensitif dan perasa, feminim, protektif terhadap keluarga, kreatif, kompak tapi mudah dipengaruhi, agak jahil (iseng), dan penggoda.
Tanggal 5
Al Maidah (Hidangan)
Diperlukan banyak orang, menyukai perubahan, memiliki insting yang lumayan, cepat bosan, ingin dilayani, susah diatur.
Tanggal 6
Al Anaam (Binatang Ternak)
Punya insting tajam, kurang mandiri, terkadang seenaknya sendiri, emosional, pemalu dan kurang percaya diri, dan cepat berubah pikiran.
Tanggal 7
Al A’Raaf (Tempat Tertinggi)
Cermat dan teliti, mudah mengambil hati orang lain, penuh inspirasi, terlihat sombong, suka meremehkan dan cepat puas.
Tanggal 8
Al Anfaal
Optimis, mobilitas tinggi, menyukai perubahan, emosional, gampang berubah pendirian, saat marah suka menyakiti diri sendiri.
Tanggal 9
At Taubah
Pemaaf, perfeksionis, mudah bergaul, tegas, tidak suka basa basi, tidak cepat puas, ingin selalu diperhatikan, keras kepala dan mudah goyah.
Tanggal 10
Yunus
Cepat menyesuaikan, banyak cara keluar dari persoalan, setiap kemauan harus terpenuhi, licin dan cerdik, tidak bisa dikekang dan susah diatur, mudah menyangkal dan banyak alasan.
Tanggal 11
Huud
Dibutuhkan banyak orang, mudah menerima, berhati-hati dalam berbuat, tidak banyak kemauan, pasif, terkadang diremehkan, peka perasaan.
Tanggal 12
Yusuf
Percaya diri, optimisme tinggi, tekun, teliti, disukai banyak orang, emosional, tidak mudah percaya, tidak bisa menahan keinginan, ambisius.
Tanggal 13
Ar Ra’du (Guruh / Petir)
Pemikir, dinamis, menyukai perbedaan, mudah menarik perhatia, logis, suka berdebat, tempramental, lambat memahami sesuatu.
Tanggal 14
Ibrahim
Pembimbing yang baik, patuh pada aturan, keras dan tegas, banyak rencana, rela berkorban.
Tanggal 15
Al Hijr (Batu)
Perfeksionis, keras kepala, telaten, gampang goyah pendiriannya, mudah dipengaruhi.
Tanggal 16
An Nahl (Lebah)
Rajin dan tekun, ramah, peka pada suasana di sekitarnya, berjiwa sosial, pandai memanfaatkan kesempatan, rapi, cerewet, sensitif dan agak cengeng, pendendam.
Tanggal 17
Al Israa
Idealis, banyak ide, suka berkhayal, emosional, lebih produktif jika beraktivitas pada malam hari (kegiatan yang baik dan bermanfaat).
Tanggal 18
Al Kahfi
Suka menolong, pengamat yang baik, pandai menyimpan rahasia, tidak mudah percaya, suka memendam masalah dan mengurung diri, susah ditebak maksudnya.
Tanggal 19
Maryam
Pengasuh, kekanak-kanakan, menyukai anak-anak, suka mengajar, sabar, memiliki banyak cara menyelesaikan masalah, bicara berdasar bukti, sering difitnah.
Tanggal 20
Thaha
Misterius, suka bepergian, memegang teguh aturan, suka lari dari masalah.
Tanggal 21
Al Anbiyaa
Bertanggung jawab, seorang pemimpin dan pemikir, pendengar yang baik, menerima apa adanya (ikhlas), tidak banyak kemauan.
Tanggal 22
Al Hajj
Segala sesuatu harus sempurna, mudah dipengaruhi, gampang terpengaruh, terburu-buru ingin cepat sampai tujuan, menyukai keramaian, sering berfikir muluk.
Tanggal 23
Al mu’minuun
Normatif, sensitif, feminim, fanatik terhadap sesuatu, mudah terpancing emosinya.
Tanggal 24
An Nuur
Mudah memberikan jalan keluar, cermat memilah masalah, pendengar setia, mudah tersinggung, suka mengungkit-ungkit, gampang menyalahkan.
Tanggal 25
Al Furqan
Punya skala prioritas, gemar membandingkan, ceplas ceplos, kurang inisiatif dan tidak banyak kemauan.
Tanggal 26
Asy Syuara
Pandai mengambil hati, suka berbelit-belit, kurang berani untuk menyampaikan keinginan, agak cerewet, tidak banyak keinginan, kurang romantis.
Tanggal 27
An Naml
Insting kuat, memiliki perencanaan yang baik, pandai memanfaatkan peluang, susah bekerja sendiri, mudah panik, tidak bisa disalahkan, mudah tersinggung, tidak bisa ditentang.
Tanggal 28
Al Qashash
Berani menyampaikan keinginan dan pendapat, memegang komitmen, mudah bergaul, tidak pernah kehabisan bahan pembicaraan, pendendam, emosional, romantis, pencemburu.
Tanggal 29
Al Ankabuut
Banyak kenalan, sabar, dinamis, kurang menyukai keramaian, tidak berfikir panjang, kurang pandai memelihara jaringan, bekerja kurang sistematis, mudah tersinggung.
Tanggal 30
Ar Ruum
Optimis, banyak akal, anggun, tempramental, suka bertindak semaunya dan ingin menang sendiri, pencemburu berat, setiap kemauannya harus dipenuhi.
Tanggal 31
Lukman
Bijaksana, seorang pemimpin, melindungi komunitasnya, sabar, tekad kuat, otoriter, setiap perintahnya harus dituruti.
Sesuaikah karakteristik sifat Anda berdasarkan Surat di atas ?
Boleh percaya boleh tidak... Wallahualam
Kamis, 11 Desember 2008
Kritik Sastra
Wulan melengung dan tidak bisa kembali tidur. Ia membalik-balikkan tubuhnya berusaha tidak mengingat mimpi itu. Namun mimpi itu terus saja terbayang, bahkan di pelupuk matanya sekarang ada kata mati. Ditelinganya terngiang-ngiang kata mati. Lalu, kata itu terpantul-pantul di dinding dan langit-langit kamar, tereja jelas: M-A-T-I. Wulan kian gelisah. Tak terasa, pagi datang dan Wulan kian dihinggapi rasa takut. (hlm. 50)
Dari kutipan di atas dapat dilihat, kata mati merupakan sebuah bentuk yang sangat mempengaruhi pikiran seseorang. Pengaruh dari mimpi dapat merubah kehidupan seseorang, yang tadinya berubah menjadi 180 derajat. Sehingga munculah mitos-mitos yang dianggap mencerminkan keadaan sesungguhnya. Pada karya sastra dahulu, sangat tabu untuk menceritakan tentang kematian atau hal-hal yang dirasa tidak pantas. Karena itu adalah urusan Tuhan. Tetapi di sini menceritakan ketidaksiapan untuk menghadapi kematian. Hal itu secara jelas mempengaruhi setiap orang.
Katanya, keindahan di alam surgawi tiada bandingannya. Alam indah tak terucapkan, di mana kita menjadi muda kembali dan puas menikmati buah-buah ranum dan bunga bermekaran warna-warni, sungai-sungai yang mengalir di bawahnya, serta bidadara nan tampan dan bidadari cantik siap melayani. Namun, kebalikannnya, neraka adalah benar-benar tempat jahanam. Tempat penyiksaan tiada akhir. Dengan api dan segala senjata melukai. Wulan jadi merinding. (hlm. 52)
Pada kutipan tersebut, cerita tentang kehidupan setelah alam dunia, memang benar adanya. Masing-masing agama telah mempercayai, bahwa segala tingkah laku yang baik di dunia akan mendapatkan balasannya di surga. Sebaliknya apa yang dikerjakan menyimpang dari kebaikan, akan di balas dan di masukkan ke dalam neraka.
Namun, kebahagiaan bisa jadi bukan penyebab takut matinya. Wulan merenung. Satu kejadian juga bisa jadi titik awal semua fobia mati ini. Ia kembali teringat pada kejadian itu. Wulan pernah jatuh cinta lagi. Pada pria lain yang bukan suaminya. Pada teman sekerja suaminya, yang ternyata tidak mencintainya. Padahal Wulan sudah menyerahkan diri, diciumi setiap inci tubuhnya hingga lupa diri. Merasakan gairah seksual yang berapi-api. Setahun demikian, sebelum akhirnya Yuda –nama lelaki beristri itu- meninggalkannya demi perempuan lain lagi. ia sebagai tempat persinggahan. Habis manis sepah dibuang. (hlm. 54)
Dari pengalaman yang telah dilakukan tokoh tersebut, ada hal yang mungkin membuat dirinya merasa seperti muda lagi. Ia jatuh cinta, meskipun telah bersuami. Dalam kehidupan kenyataan, seseorang berselingkuh demi mencari sensasi dan berpetualang selain pasangan yang sah dan resmi. Di kota besar khususnya, ini merupakan gaya hidup yang hanya menawarkan kenikmatan semata.
Awalnya Wulan kecewa dan marah. Namun kemudian, Wulan justru merasa sangat berdosa. Menodai dirinya, menodai cinta keluarga. Suami dan anak dikhianati, demi gelora jiwa yang tak seberapa. Wulan takut mati sebagai istri yang tidak berbakti. Dijemput malaikat maut bertubuh raksasa, berwajah hitam legam yang beraksi. Roh ditarik paksa dan dibawa ke tempat sepi nan sunyi. Menjerit di alam kubur sendiri. Wulan tidak mau diadili di alam lain nanti. Wulan takut disiksa tak terperi. Ditusuk kanan dan kiri dengan belati abadi. Wajah Wulan tak lagi berseri-seri. Kata mati tidak sama lagi. (hlm. 54)
Meski zaman sudah modern, kepercayaan tentang adanya kekuatan magis masih tetap dirasakan dan dipercayai. Seseorang yang imannya kurang, mungkin akan berkiblat dengan bantuan benda-benda atau makhluk-makhluk yang bisa melindungi dan memberi kekuatan. Sebenarnya, kepercayaan ini sangat bertentangan dengan agama dan nilai moral. Perbuatan tersebut bisa dikatakan syirik karena meminta bantuan selain kepada Tuhan. Begitu juga dengan tokoh Wulan yang ingin menghindari kematian dengan alat-alat bantuan dari paranormal atau dukun, seperti pada kutipan di bawah ini:
Apapun yang direncanakan manusia, belum tentu semuanya akan terlaksana. Tuhan yang mempunyai kuasa atas seluruh alam. Begitupula dengan tubuh manusia, setiap saat bisa diambil kapan saja. Tanpa mengenal derajatnya, ilmunya, kekayaanya, dan lain sebagainya. Tuhan berkehendak, kita harus siap menerimanya. Meski dengan kecanggihan teknologi maupun kesaktian mandraguna, itu semua tidak berarti apa-apa. Maut menjemput tak seorangpun dapat menolaknya. Tercermin dalam kutipan di bawah ini:
Sampai di dalam, Wulan melihat Sinta berdiri lugu di dekat sebuah tubuh membujur mati. Ditutupi kain batik yang minggu lalu ia beli. Wulan berjalan pelan ke arah tubuh itu dan membuka penutupnya. Tubuh Wulan lemas. Tenaga dan semangatnya terempas. Ia seperti mati.
Seno suaminya, si orang mati. Suaminya berwajah pucat pasi. Tak bernyawa. Benar-benar mati. Wulan teringat kata-kata si penjual sabuk ajimat, “Bernegosiasilah dengan mati, dan bisa dipindahkan….” Tuhan! Dipindahkan? Maksudnya…. Tapi, jangan suami! Jangan suami! (hlm. 58)
Karya sastra merupakan cermin dari realita kehidupan, tetapi tidak selalu sama apa yang ada dalam kenyataan. Karya sastra hanya menampilkan dulce et utility (kesenangan dan manfaat). Mekipun cerita fiktif, ada beberapa nilai yang patut diambil dan dijadikan gambaran dalam kehidupan nyata. Dikaitkan dengan konsep dekonstruksi, yang dikenalkan oleh Deridda bahwa teks selain senantiasa mencoba menghindari abstraksi dan pernyataan-pernyataan teoritik, juga banyak memberikan contoh-contoh dan pemaparan tentang apa yang dimaksud tanpa membawa pembaca pada formulasi yang tak ada barangnya. Membaca teks dan memahami seperti adanya mengulang contoh-contoh merupakan kesulitan tersendiri. Namun, siapapun yang memahaminya bisa segera memberikan contoh lain atau mengatakan padanannya tanpa kehilangan benang merah.
Metode Pengajaran dalam Novel "Toto-Chan Gadis Cilik Di Jendela karya Tetsuko Kuroyanagi"
Karya : Tetsuko Kuroyanagi
Tebal : 272 hlm
Barangkali penilaian pertama saat membaca buku ini adalah cerita fiksi tentang masa kecil anak-anak atau juga buku bacaan untuk anak-anak. Tetapi setelah membacanya lebih jauh, ternyata apa yang dilihat tidak sama dengan yang dibaca secara seksama. Dalam buku itu mengungkapkan tentang kisah nyata masa kecil seseorang yang diajarkan di sebuah sekolah, -Tomoe Gauken, yang kelasnya berasal dari gerbong kereta-, berbeda dengan sekolah formal lainnya. Yang menarik dari cerita ini adalah bagai mana metode pengajaran terhadap anak didik. Di samping itu, metode pengajaran ini mengutamakan anak didik lebih memilih pelajaran atau kegiatan yang ia suka. Tidak seperti sekolah lain yang berurutan mengenai mata pelajaran yang diajarkan. Metode ini menyerahkan sepenuhnya kepada anak didik, yang lebih bersifat alamiah.
Bagi murid-murid, memulai hari dengan mempelajari sesuatu yang paling mereka sukai sungguh sangat menyenangkan. Fakta bahwa mereka punya waktu seharian untuk mempelajari mater-materi yang tidak mereka sukai, menunjukkan bahwa entah bagaimana mereka bisa bertahan menghadapi pelajaran-pelajaran itu.
Jadi belajar di sekolah ini pada umumnya bebas dan mandiri. Murid bebas berkonsultasi dengan guru kapan saja dia merasa perlu. Guru akan mendatangi murid jika diminta dan menjelaskan setiap hal sampai anak itu benar-benar mengerti. Kemudian mereka diberikan latihan-latihan lain untuk dikerjakan sendiri. Itulah belajar dalam arti yang sebenar-benarnya, dan itu berarti tak ada murid yang duduk menganggur dengan sikap tak peduli sementara guru sedang menjelaskan sesuatu (hlm. 38).
Dari perjalanan kisah hidup masa kecil tetsuko kuroyagi benar-benar menjadi inspirasi para pembaca, khususnya yang lebih mendalami pada pengajaran. Itu dilihat dari bab-bab buku ini memaparkan bagaimana watak baik seseorang dapat dipengaruhi oleh lingkungan yang baik pula, atau sebaliknya. Pada dasarnya manusia lahir memiliki watak yang baik, tinggal lingkungan saja yang bisa membentuknya.
Pelajaran yang langsung terjun ke lapangan adalah hal yang sangat menyenangkan dan mudah diingat daripada mendapatkannya dari teori. Selain itu, anak didik tidak perlu memakai pakaian yang rapi atau bagus, karena mereka lebih sering bermain sampai kotor. Tanpa disadari bermain sambil belajar merupakan pelajaran yang sangat berharga.
Mengatasi masalah sendiri, seperti Toto-chan yang juga ingin serba tahu sehingga dapat merugikan dirinya. Dari situlah, pelajaran berharga yang sebenarnya didapat. Lebih membuat mereka mandiri, tanpa ketergantungan orang lain, rasa percaya diri, kesetiaan, sopan santun, saling menghargai dan menghargi, tidak membedakan kedudukan atau status, membuat anak didik lebih dewasa dan berfikir secara matang.
Mengapa kita tidak mencontoh metode pengajaran yang seperti sekolah Toto-chan, yang memang merupakan kisah nyata. Perlu dukungan dari pengajar dan orang tua murid itu sendiri, tanpa memikirkan dampak buruknya. Sebenarnya, metode pengajaran formal memang perlu diterapkan di sekolah, tetapi dengan belajar langsung dengan alam merupan metode yang berkesinambungan. (mira-aching)
Asal-usul Kata Bahasa Indonesia
Dilihat dari sejarahnya, Indonesia dijajah dan dikuasai belanda lebih dari 300 tahun. Tidak heran, banyak bahasa belanda yang telah diadopsi sebagai bahasa Indonesia. Sebenarnya orang portugis asing Eropa yang pertama masuk ke wilayah Indonesia dan merekalah yang juga pertama kali memperkenalkan kepada leluhur kita pada kata “keju” yang berasal dari kata “quiejo”. Kata-kata yang sudah sangat kita kenal dan pergunakan, misalnya: “manteiga” menjadi “mentega”, “sapato” menjadi “sepatu”, dan kata lainnya seperti gereja, bendera, sekolah, kemeja, pintu, kereta. Dari orang Tiong Hoa, kata-kata yang sering kita dengar yaitu, cingcao, taoge, anglo, tahu, angpao, bakpao, beca, capcai, mie, dan lainnya.
Ada 1500 lebih kata-kata yang digunakan dalam bahasa Indonesia berasal dari bahasa Belanda. Kalau kita telusiri bagaimana terjadi atau timbulnya kata-kata tersebut benar-benar hal yang sangat menarik sekali. Rupanya karena orang Indonesia dahulu seka mengucapkan huruf ‘w’ maka diubah menjadi huruf ‘b’, sebagai contoh:
- waskom = baskom
- wekker = beker
- buingkel = bingkel, lama-kelamaan menjadi bengkel
Begitu juga dengan huruf ‘ui’, misalnya:
- achteruit = ahteret
- ritssluiting = ritsleting
- kortsluiting = korsleting
- puin = puing
- kakhuis = kakus
Adapula pada suku kata ‘tje’ dirubah menjadi ‘ci’, contohnya:
- laatjes = laci
- kaartjes = karcis
- petje = peci
- potje = poci
Untuk huruf ‘f’ dan ‘v’ diganti dengan p, misalnya:
- franco = perangko
- fiets = piet
- vol = pol
- divan = dipan
- vanille = panili
- versnelling = perseneling
- voorschot = persekot
- envelope = amplop
Dalam bahasa bisnis dari onkosten menjadi ongkos, co menjadi engko, company menjadi kompeni, bazar menjadi pasar, gage menjadi gaji. (dari berbagai sumber/MR)
Cerpenku
Seperti game Bounce
Jam menunjukkan pukul setengah sembilan malam. Di luar masih ramai kendaraan yang lalu lalang. Maklumlah, rumah Win hanya berjarak tiga belas meter dari jalan raya besar. Di kamarnya yang menjadi tempat ternyaman di dunia. Sambil memainkan permainan "Bounce" di komputer, Win dengan cekatan memainkan mouse, memindahkan bola warna-warni tersusun dan hancur supaya mendapatkan bonus poin yang banyak. Sudah beratus kali ia memainkan permainan itu. Sebenarnya, ia tidak sedang menikmati permainan tersebut. Malam itu ada sesuatu yang dipikirkannya.
Sejak peristiwa tadi sore memaksa perasaan itu datang lagi. Rasa benci yang teramat dalam. Bahkan lebih.
Mengapa selalu saja ada penilaian yang bukan-bukan?
Belum tentu apa yang dilihat, sama seperti yang disangka
Begitu sempitkah pikiran?
Atau semurni apakah hati seorang manusia menilai buruk seseorang
Dengan mudahnya?
Apakah ia juga tidak memiliki sifat buruk dari dalam dirinya?
Benar kata pepatah ”Gajah di pelupuk mata tidak terlihat,
Semut di ujung dunia sangat nampak”
Terlalu munafik untuk tidak mengakui kelemahan diri sendiri!!!
Permainan Bounce sebagai tempat pelampiasan Win yang sedang dirundung masalah. Anehnya, setiap memainkan permainan itu bila dalam kondisi tertekan, Win malah mendapat poin yang lebih dari biasa. Konsentrasi Win meningkat seiring masalah yang dihadapinya. Seakan menemukan pemecahan, ia tersenyum dan keheranan sendiri. Koq bisa ya? Padahal kalau dalam kondisi normal (tenang-tenang aja), mana mungkin ia dapat memainkan itu sampai level yang tinggi. Kadang pada tahap level tiga saja, Win sudah kewalahan dan game over.
Sayup-sayup alunan lagu Easy-nya Faith No More dari speaker kecil, membuat hatinya merasa tentram. Pikirannya kembali tenang.
Benar juga, kenapa juga berat-berat memikirkan masalah yang telah terjadi, toh semua ada yang mengatur dan memang harus dijalani. Pasrah dengan keadaan tetapi tetap berusaha untuk memperbaikinya.
Sebelah Mata
Malam begitu dingin mengigit. Suara jangkrik bersahutan merayakan pesta. Mata Maya belum mengantuk juga. Padahal dia menangis seharian tadi. Jarum jam dinding tertatih-tatih melewati pukul satu. Masih jelas teringat kejadian tadi siang. Ini sudah kesekian kalinya. Maya sudah tidak tahan. Ia tak habis pikir, melihat perlakuan ayah terhadap ibunya. Kejadian itu membuat Maya sangat terpukul.
Awalnya keluarga Maya baik-baik saja, bahkan dibilang sangat harmonis. Tidak kurang suatu apapun dari segi materi dan kasih sayang. Ia sangat bahagia diberi kehidupan seperti itu. Dalam memilih pasanganpun ia memiliki harapan agar nanti kalau dia sudah punya pendamping, ia ingin seperti ayahnya. Sifat yang berwibawa, bijaksana, dan kelihatannya sangat menyayangi keluarga. Warisan kecantikan dan kelembutan ibunyapun menurun ke Maya.
Maya merupakan anak bungsu, dari dua bersaudara. Kakaknya menikah dan tinggal ikut dengan suaminya. Jadilah Maya, anak kesayangan di rumah. Apapun yang diinginkan, Maya selalu mendapatkannya. Kecuali dalam urusan cinta, sampai sekarang ia belum mempunyai pacar. Bukan karena Maya tidak cantik, malah sebaliknya. Maya di mata laki-laki, dia sangat sempurna. Cantik, pintar, anggun, berkulit putih, dan badannya yang tinggi bak model. Dia sangat selektif sekali. Maya sangat terobsesi dengan sifat-sifat dari ayahnya.
Sampai suatu ketika, kejadian itu menimpa keluarganya. Ia melihat ibunya terduduk lesu di kursi ruang tamu. Ia heran, kenapa ibunya sangat sedih. Baru kali ini, ia melihat gelagat yang tidak enak pada ibunya. Maya tidak tega melihat ibunya seperti itu.
”Ibu kenapa?” tanya Maya ketika masuk ke rumah dan mendekati ibunya.
Ibunya terkejut, ia tidak ingin memperlihatkan kesedihan yang dialaminya.
”Ah..tidak apa-apa. Ibu hanya pusing sedikit..” jawab ibunya, menyimpan rahasia.
”Bu...kalau ada apa-apa katakan saja.. Maya lihat, ibu nampaknya habis menangis” Maya penuh selidik.
“Tidak apa-apa May.. Sudahlah kamu, istirahat saja” jawab ibunya lagi.
”Terus ayah kemana Bu?” tanyaku lagi.
”Lagi keluar..” jawab ibu singkat.
Maya hanya menghela napas berat. Pikirnya, ada sesuatu yang aneh dengan ibu. Meski begitu Maya tidak ingin berpikiran yang macam-macam tentang ibunya.
Maya mendapat tugas dari kampusnya untuk membantu program penyuluhan di desa tertinggal. Untuk waktu tiga minggu, ia harus tinggal di desa yang jauh dari kota. Mau tidak mau seorang mahasiswi jurusan keperawatan, harus terjun langsung untuk merasakan langsung kondisi yang nantinya akan ditempuh setelah lulus dari kuliah.
Selama tiga minggu, Maya berada di desa tersebut, ia memikirkan keluarganya. Ia takut kalau terjadi sesuatu yang kacau. Tidak biasanya dia memikirkan orangtuanya, terutama ibunya. Kata temannya, maklum anak bungsu selalu kangen orang tua.
Saat tiba di rumah, ia tidak sengaja mendengar pertengkaran hebat. Benda-benda di ruang tamu bersekan kemana-mana. Sampai ia melihat tangan ayahnya mendarat ke wajah ibunya.
Plaakkk..
”Ayah!!!” teriak Maya langsung memegang tangan ayahnya.
Melihat kejadian itu, Maya sakit hati dan langsung bertindak. Ayahnya tidak berbicara apa-apa dan langsung pergi.
Maya melihat ibunya yang kesakitan. Terlihat bekas-bekas pukulan di wajah dan di bahu ibunya. Sontak Maya langsung memeluk ibunya. Mereka menangis berdua. Menangis dalam kedukaan.
Sambil mengobati, Maya menahan air matanya keluar. Ibunya sambil bercerita, dengan sakit yang ditahan. Ibunya mengaku kalau ayahnya tidak lagi seperti yang dulu. Ayahnya sekarang telah menjalin hubungan khusus dengan wanita lain. Ibunya juga heran, kenapa ayahnya berbuat seperti itu. Membayangkan saja takut. Alasan pergi ke kantor, ternyata menemui perempuan itu.
Maya berpikir, apakah ayahnya sudah kena guna-guna orang? Maya takut memikirkan hal itu. Tidak gampang mengatasi masalah seperti ini. Ibunya sudah tidak tahan mengalami kejadian itu.
Hari berikutnya Maya melihat banyak polisi di rumahnya. Ternyata ayahnya ditangkap polisi karena diduga terlibat kasus korupsi dan perselingkuhan. Maya hanya menarik napas yang berat dan perlahan air matanya tidak bisa dibendung. Inikah ayahnya yang selama ini dikaguminya? Selama ini Maya melihat kekaguman dengan sebelah mata hatinya. Maya jadi ingat beberapa tahun yang lalu, ketika ia ditanya oleh temannya yang memang dari lahir tidak memiliki ayah, ”Maya, menurutmu enak gak punya ayah??” pertanyaan polos itu telah menusuk ke dalam hatinya.
Sungai Ulin, Mei 2008
Senin, 08 Desember 2008
Kumpulan puisiku
Selangkah maju…
(24-10-2008)
selangkah maju..
jangan lupa tengok kiri kanan..jalan terus..
ada simpangan..
lihat tujuan jurusan..
sampai ke tempat yang diinginkan…
Lelah… lost dan lose again
(09-09-2008)
lagi dan lagi…..
kehilangan dan kalah lagi….
sederhana tapi rumit…
kisah lalu terulang kembali..
bingung jadinya…
Ramadhan kali ini
(09-09-2008)
memiliki makna yang tersembunyi
dibalik cerita kemarin dan hari ini
terdapat ketenangan jiwa dan kekhusyukan hati
meski hidup penuh cobaan dan uji
mencari jalan yang baik untuk mendekati diri
semua kuserahkan pada Rabbi
sampai diri ini dipanggil dan napas terhenti
Masih Terkunci
Semenjak dia pergi, pintu telah tertutup, lagi. Terkunci rapat. entah dari luar atau dari dalam. Gemboknya yang dulu usang, sudah berkarat dan entah siapa yang bisa membukanya. Bahkan, kuncinya hilang entah kemana…. Padahal, hampir saja sudah terbuka secara otomatis… Tapi nyatanya menunggu lagi, seseorang yang bisa membukanya…
(Banjarbaru, 8 Jan 08)
Satu di antara seribu
Satu di antara seribu, seribu di antara satu
Hilang satu dari seribu, masih sisa sembilan ratus sembilan puluh sembilan
Datang satu hilang seribu, sembilan ratus sembilan puluh sembilan menunggu
Tambah satu lengkap seribu
Tetapi dalam seribu ada satu, satu di antara banyak angka yang tersusun
Satu itulah yang nantinya menjadi milikmu
Kamu tahu apa itu yang satu? Satu yang memiliki dirimu
Satu yang melengkapi dari sekian banyak
Tapi ada satu yang tidak bisa kau temukan….
(Banjarbaru, 9 Jun 2002)
Ringan
Ringan tak dapat dilihat
Ringan bukan kapas
Ringan seputih awan
Ringan tak dapat dipegang
Ringan selembut salju
Ringan sesuatu terdalam
Ringan pada hati ini
Salah siapa?
Aku terlalu cinta
Aku lupa diriku sendiri
Aku terlalu sayang
Aku buta pada sisiku
Aku terlalu gila
Aku juga bingung
Salah siapa?
Tertawa
Tertawalah…atas kebodohan kita
Tertawalah…atas kesalahan kita
Tertawalah…atas pengalaman pahit
Tertawalah…atas kepalsuan dan kenyataan
Tertawalah…karena dapat memperpanjang umur
Ikhlas
Sebuah cerita yang dulu pernah terjalin
Takkan bisa dilupakan begitu saja
Termasuk diriku
Rahasia cinta dari Allah
Rahasia terbesar di alam semesta
Yang tiada seorang pun tahu
Termasuk diriku
Dari yang menundukkan siang dan malam
Dari yang menciptakan langit dan bumi
Dari yang memiliki segala hati
Dari yang mengetahui apa-apa yang ada
Dalam dada manusia
Dari sanalah semuanya berawal
Mengapa kita bingung, ragu, takut, bimbang
Kalau semuanya sudah ada yang mengatur
Ikuti aturannya, niscaya akan mendapat
Sesuatu yang sangat berharga
Bahkan bisa jadi pahala
(Malang, 27-11-07)